Orang dengan gangguan pernapasan seperti asma,
penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), emfisema, dan penyebab sesak napas
lainnya mungkin memerlukan berbagai perangkat untuk bernapas dan bergerak
dengan lancar.
Tahukah Anda alat bantu pernapasan apa yang
dibutuhkan dan bagaimana cara kerjanya? Berikut ini adalah berbagai jenis alat
bantu pernapasan bagi Anda yang mengalami gangguan pernapasan.

Berbagai jenis alat bantu pernapasan
Saat ini sudah tersedia berbagai alat pernafasan
yang memiliki fungsi yang berbeda. Namun pada dasarnya masing-masing alat
tersebut berfungsi untuk membantu penderita mengatasi sesak napas sehingga bisa
bernapas lebih lancar. Dengan begitu mereka bisa melakukan aktivitas
sehari-hari.
Ada berbagai jenis alat bantu pernapasan. Beberapa
yang dijelaskan di bawah ini bahkan dapat digunakan di rumah.
Tabung oksigen dan regulator
Tabung Oksigen
ini memiliki fungsi untuk mengubah air menjadi oksigen. Oksigen kemudian akan
dialirkan melalui sebuah tabung ke saluran pernapasan pasien, baik melalui
hidung atau mulut pasien.
Tabung oksigen juga biasanya memiliki pengatur
oksigen. Regulator yang ada pada tabung oksigen memilikifungsi untuk mengatur
oksigen yang masukkepada pasien. Karena oksigen yang ada dalamtabung memiliki
tekanan yang sangat tinggi sehingga perlu di atur.
Tabung oksigen portable
Berbeda dengan tabung oksigen yang ukurannya besar,
oksigen portable dikemas dalam tabung kecil. Oksigennya tersedia dalam bentuk
gas. Oksigen portable dijual bebas sehingga Anda bisa membelinya di apotek atau
toko obat terdekat. Tabung oksigen ini mudah dibawa ke mana pun dan tentu Anda
bisa menggunakannya di rumah.
Selain untuk orang-orang dengan gangguan pernapasan
tertentu, oksigen portable biasa menjadi salah satu komponen penting dalam
kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
Oxygen concentrator
Oxygen concentrator adalah alat yang bekerja
menghasilkan oksigen murni dari udara bebas. Alat bantu pernapasan ini biasa
digunakan untuk orang dengan sesak napas akibat penyakit tertentu. Alat ini
digunakan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah.
Alat ini bekerja dengan cara mengambil udara bebas
dari lingkungan sekitar. Nantinya, alat ini akan memisahkan nitrogen ataupun
zat lain dari udara menggunakan penyaring atau filter yang ada. Oksigen murni
kemudian dapat disalurkan melalui selang ke saluran pernapasan pasien.
Alat ini terbagi dua, yang dapat bawa ke mana pun
(portable) maupun yang memang didesain untuk tidak dipindah (statis). Alat ini
sudah banyak dijual bebas di luar. Anda bisa memilih jenisnya sesuai dengan
kebutuhan.
Oximeter
Oximeter sebenarnya bukan alat yang dapat membantu
pernapasan. Namun, oximeter sering digunakan bersama dengan alat bantu
pernapasan lainnya untuk mengukur kadar oksigen dalam darah Anda.
Dengan bantuan oximeter, Anda bisa mengetahui apakah
kadar oksigen dari alat bantu napas sudah sesuai dengan kebutuhan Anda atau
belum.
Oximeter memiliki berbagai bentuk. Bahkan, beberapa
ada yang berbentuk seperti jam tangan. Alat ini dihubungkan dengan sensor yang
berfungsi untuk mengukur kadar oksigen pada jari Anda.
Kadar oksigen atau tingkat kejenuhan oksigen dalam
darah akan langsung muncul di layar alat ini, persis seperti ketika Anda
melihat angka pada jam tangan.
Nebulizer
Nebulizer adalah alat yang berfungsi untuk mengubah
obat asma yang berbentuk cair menjadi gas. Gas ini akan dialirkan melalui
selang ke saluran pernapasan. Dengan kata lain, alat ini memiliki kemampuan
untuk menembakkan langsung obat asma menuju organ target, yaitu paru-paru.
Tentu saja, ini menyebabkan efeknya akan lebih cepat terasa.
Menurut Cleveland Clinic, uap yang dihasilkan dari
obat cair tersebut dapat membantu mengatasi masalah pernapasan, mengurangi
gejala mengi, serta mengurangi produksi lendir dalam paru. Nebulizer dapat
digunakan dengan berbagai jenis obat, mulai dari bronkodilator hingga cairan
saline.





